Advertisement

BHAYANGKARA NUSANTARA NEWS

Gubernur Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan pengunduran diri

 

    foto : CNBC


JAKARTA, bhataranews.com. Kabar mengejutkan datang dari sektor otoritas moneter nasional. Gubernur Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan nomor satu di bank sentral tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung dalam konferensi pers mendadak yang digelar di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Selasa sore.

Dalam pidatonya, Gubernur BI menyatakan bahwa keputusan besar ini diambil atas dasar alasan pribadi, sekaligus untuk memberikan ruang bagi penyegaran kepemimpinan di tubuh otoritas moneter tertinggi Indonesia.

"Keputusan ini telah saya pertimbangkan dengan sangat matang. Saya percaya, demi kelangsungan stabilitas moneter dan menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis, diperlukan nakhoda baru yang membawa energi baru," ujarnya di hadapan para awak media.

Rekam Jejak dan Warisan Kebijakan

Selama masa jabatannya, Gubernur BI dinilai cukup sukses menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik global yang fluktuatif. Di bawah arahannya, BI juga berhasil menekan angka inflasi domestik tetap dalam sasaran target.

Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, seperti perluasan QRIS secara masif hingga ke mancanegara dan pengembangan proyek rupiah digital, menjadi warisan (legacy) penting selama periode kepemimpinannya.

Respons Pasar dan Langkah Selanjutnya

Merespons kabar mendadak ini, Menteri Keuangan langsung memberikan pernyataan resmi. Pemerintah menghormati keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi serta sinergi erat yang terjalin antara kebijakan fiskal dan moneter selama ini.

Pemerintah juga menegaskan dan menjamin kepada para pelaku pasar bahwa transisi kepemimpinan akan berjalan dengan lancar tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), tampuk kepemimpinan Bank Indonesia untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Selanjutnya, Presiden akan mengajukan nama calon Gubernur BI yang baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dalam waktu dekat.

Posting Komentar

0 Komentar