Advertisement

BHAYANGKARA NUSANTARA NEWS

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki secara intensif kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo


 foto : tempo

JAKARTA — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki secara intensif kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo (42). Korban santer disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Kematian mendadak yang terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026 ini langsung memicu gelombang spekulasi liar di jagat maya lantaran profil korban yang melekat dengan mantan pejabat tinggi penegak hukum tersebut.

Kronologi Penemuan Korban

Berdasarkan informasi pihak kepolisian, peristiwa bermula pada Kamis pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Almarhum sempat menghubungi seorang rekannya untuk mengeluhkan rasa sakit dan meminta diantarkan ke rumah sakit terdekat.

Korban kemudian dibawa ke halaman eks Klinik Kecantikan Mordent di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, kondisi Sutrimo memburuk secara cepat. Ia dilaporkan muntah hingga mengeluarkan cairan berbusa dari mulut dan hidungnya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung memanggil bantuan ambulans untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Malangnya, setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis menyatakan bahwa Sutrimo sudah dalam keadaan meninggal dunia (death on arrival).

Penyelidikan Polisi dan Olah TKP

Mengingat latar belakang korban, Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menggeledah area klinik yang diketahui sudah lama terbengkalai dan tidak beroperasi tersebut. Dari lokasi kejadian, tim identifikasi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bantal, beberapa dokumen, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam. Setelah penggeledahan selesai, polisi langsung memasang garis polisi di sekeliling area klinik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa penyidik telah meminta keterangan dari berbagai saksi kunci, mulai dari pihak keluarga, sopir ambulans, hingga petugas medis rumah sakit. Polisi juga meneliti data rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, serta titik awal keberadaan korban.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian almarhum," ujar Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya.

Sorotan Publik dan Dukungan Parlemen

Mengingat status Sutrimo yang diduga sebagai penjaga atau kepala rumah tangga eks Jampidsus, kasus ini mendapat atensi besar. Pihak kuasa hukum Febrie Adriansyah menyatakan masih menunggu keterangan serta rilis resmi dari Polda Metro Jaya terkait kepastian status hubungan kerja almarhum.

Di sisi lain, dukungan datang dari Komisi III DPR RI yang meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan akuntabel melalui pembuktian ilmiah (scientific crime investigation) agar tidak menimbulkan simpang siur informasi di tengah masyarakat.

Untuk melihat visualisasi lokasi kejadian serta pernyataan resmi mengenai penyelidikan ini, Anda bisa menyimak laporan selengkapnya melalui tayangan berita Polisi Dalami Kematian Sutrimo Kepala Rumah Tangga di Kediaman Febrie Adriansyah. Video ini sangat relevan karena menyajikan informasi terkini serta konfirmasi langsung terkait proses investigasi yang sedang berjalan oleh Polda Metro Jaya.

Posting Komentar

0 Komentar