Advertisement

BHAYANGKARA NUSANTARA NEWS

Bursa Calon Gubernur BI

foto : wikipedia

JAKARTA — Pasar keuangan dalam negeri mendadak hangat menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) per 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Kursi tertinggi bank sentral kini untuk sementara ditempati oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara (Pjs).

Langkah mendadak ini langsung memicu babak baru spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai siapa sosok definitif yang akan menakhodai BI, sekaligus bagaimana peta restrukturisasi di sektor fiskal dan moneter era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tiga Nama Kuat Ramaikan Bursa Calon Gubernur BI

Meski pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Presiden Prabowo belum menetapkan nama resmi untuk diajukan ke DPR, sejumlah nama tokoh papan atas sektor keuangan sudah santer disebut-sebut masuk dalam radar bursa calon:

  • Destry Damayanti (Pjs Gubernur BI): Sebagai sosok internal dan tokoh "netral" dengan rekam jejak mumpuni di moneter, namanya dinilai menjadi pilihan paling aman untuk menjaga stabilitas pasar. Destry dinilai paham betul arah kebijakan BI saat ini.

  • Burhanuddin Abdullah: Mantan Gubernur BI periode 2003–2008 sekaligus Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran ini mencuat kembali. Kehadirannya dipandang membawa nuansa senioritas tinggi, terlebih saat ini ia dipercaya memimpin Tim Pakar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun hanya merespons diplomatis terkait isu ini: "Kita tunggu saja dulu," ujarnya.

  • Thomas Djiwandono: Pria yang baru saja disahkan menjadi Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 setelah melepas jabatannya sebagai Wakil Menteri Keuangan ini juga tidak lepas dari radar pengamat. Kompetensinya di ranah fiskal dan moneter menjadikannya salah satu figur potensial di masa depan.

Implikasi pada Kursi Menteri Keuangan

Mundurnya Perry Warjiyo dan pergeseran aktor moneter ke tubuh BI memicu spekulasi paralel di Lapangan Banteng (Kementerian Keuangan). Pengamat ekonomi menilai, tantangan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter di tengah ketidakpastian global memerlukan harmoni yang kuat antara Gubernur BI baru dan Menteri Keuangan.

Posisi Menteri Keuangan yang saat ini diduduki Purbaya Yudhi Sadewa diprediksi akan terus memperkuat benteng fiskal nasional. Kehadiran figur anyar di BI nantinya diharapkan mampu memperlancar koordinasi makroekonomi, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi domestik.

Sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, publik kini tinggal menunggu Surat Presiden (Supres) terkait nama calon Gubernur BI definitif yang akan diserahkan kepada Komisi XI DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Posting Komentar

0 Komentar