FOTO : SEKNEG
JAKARTA — Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus bergulir dengan berbagai lompatan signifikan.
Langkah digitalisasi ini dirancang untuk menggantikan sistem manual yang dinilai rawan kesalahan administrasi, sekaligus memberikan jaminan mutu yang ketat.
Transparansi Digital: Orang Tua Bisa Pantau Menu Anak
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan bahwa pihaknya tengah merampungkan sistem digital berbasis dasbor publik yang dijadwalkan dapat diakses oleh masyarakat luas.
Melalui platform digital tersebut, keterbukaan informasi akan disajikan secara menyeluruh.
Informasi Menu & Gizi: Jenis hidangan harian yang disajikan beserta rincian kandungan nutrisinya.
Lokasi Dapur:
Pemetaan lokasi dapur penyedia makanan yang bertanggung jawab memasok ke sekolah-sekolah. Identitas Penanggung Jawab: Nama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah pelayanan untuk mempermudah koordinasi.
"Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Orang tua nantinya bisa memantau langsung anaknya mendapat menu apa hari ini," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN Jakarta Pusat.
Ketegasan Standar: Ratusan Dapur MBG Ditutup
Selain meluncurkan sistem pemantauan digital, BGN juga menunjukkan ketegasannya dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa.
Capaian Miliaran Porsi dan Target Nasional
Hingga akhir Juli 2026, realisasi pemenuhan pangan bergizi ini menunjukkan angka yang masif. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sempat mengonfirmasi bahwa per pertengahan Mei 2026 saja, program MBG telah berhasil menyalurkan sedikitnya 8,3 miliar porsi makanan bergizi bagi para penerima manfaat di seluruh pelosok tanah air.
Dengan dukungan alokasi anggaran yang mencapai Rp71 triliun pada APBN 2026, program ini secara bertahap terus mengejar target jangka panjangnya untuk melayani total 82 juta siswa mulai dari tingkat SD hingga SMP di seluruh Indonesia.
Untuk melihat gambaran langsung mengenai implementasi serta peninjauan dapur umum di lapangan, Anda dapat menyaksikan liputan lengkapnya dalam tayangan
0 Komentar